Home / freesexchatmoblie / Tempat dating menarik

Tempat dating menarik

Angkis, mangangkis, menyayat sedikit-sedikit, mengerat sedikit dari sesuatu. Angkup, teman, kawan, sekutu, rekan, peserta; angkup ni, serta, selain, daripada itu; udan angkup ni ambolas, hujan serta hujan es (harf hujan rekan hujan es); angkup ni i, selain dari itu, kemudian dari itu, lagi pula; ibana angkuphu manghatai, dialah kawanku berbicara; marangkup, berpasangan, ada penyerta; mangangkupi, menemani, menyertai; ndang angkupan, yang lebih baik tidak dikawani, yang tak berguna dibantu; jagar angkup, seseorang yang dapat diimbangi mengenai kekayaan dan kemuliaan kehormatan; mangangkup seimbang, serupa; angkupangkup, di kedua belah, pada kedua sisi. Angon, sepoi-sepoi; tarangonangon, mengembus dengan perlahan-lahan. Angor, mangangor, memanaskan, juga: mempengaruhi; diangor api, dipanaskan oleh api, dihangati; masiangoran, saling menghangatkan, saling mempengaruhi, saling menolong. Antu, = tua, bahagia, makmur, sejahtera; marantu, berbahagia, makmur; nunga mago antuna, sudah lenyap kemujurannya. Antus, mangantusi, mengerti, paham, memaklumi; masiantusan, saling mengerti, saling memahami; ndang haantusan ahu, tak terpahamiku; pangantusion, da-ya paham; antusan, dapat di-pahami. Batak, mamatak, menunggang kuda tunggangan sambil memacunya untuk jalan cepat; batak hodami, larikan kudamu itu; piga dan batahonmu, berapa lama kau tempuh dengan menunggang kuda; habatahon, masalah batak, adat dan hukum suku Batak; manghabatakhon, menterjemahkan dalam bahasa batak, membahasabatakkan; batahi, tongkat penggiring ternak; arti kiasan juga: cemeti, cambuk. Bengkuk, bengkok; juga: arti kiasan; pabengkuk, membengkokkan; marbengkukbengkuk, berbelit-belit, berbengkok-bengkok (kayu); habengkuhon, kecurangan, perangai yang tidak adil dan jujur. Bolang, belang; marbolang, berbelang mengenai binatang; sibolang, kain ulos yang berbelang; kuda dan anjing yang berbelang. Bursung, jatuh tersungkur msl karena sakit; mamursunghon, menjatuhkan, mencampakkan. lumpur yang terbawa air sungai dan menyuburkan tanah. burtaburta, sej pohon kayu berdaun lebar dan berbentuk hati. Dahap, dahapdahap, cacian se-orang yang didengarkan. Dahop, serangkulan (= sandahop); mandahop memeluk, mendekap, merangkul; mandahop parik, menyerbu benteng musuh seolah-olah merangkul musuh, didekap. Dak, mandakdak, mengurangkan, menolak, menokok-nokok, meng-hantam habis; mandakdak batu, memecahkan batu; mandakdak simbora, menuang timah; mandakdak ugasan, menghabiskan harta milik. Dalhop, mandalhop, melekatkan pada, mengikatkan sesuatu dengan erat; dalhop tu, melekat pada, erat. mandali, macet mengenai senapan; mandalihon utang, selalu menunda pembayaran hutang. Dampor, terasa membaik sesudah makan obat, enak mengenai citarasa. Dandan, mandandan, memilin, menjalin; mandandan hata, mengacaukan pembicaraan atau pertengkaran dengan menambah-nambah atau memperbesar-besarnya.Angkur, mangangkur, mengangkat kaki muka ke atas, melompat. Anu, sianu, anu, sianu, si Polan yang namanya tidak bisa atau tidak mau disebut; si anu mandok, si anu yang mengatakan. Batang, batang kayu, dasar arus sungai, peti mayat; juga: pembantu bilangan; dua batang, dua buah, dua biji; batang ni hau, pertengahan batang kayu; batang aek, sungai; batang toru, nama sebuah sungai Batang Toru di Tapanuli Selatan, dimana aek Sigeaon dan Situmandi, bergabung; pamatang, badan, tubuh, sosok (kata asal: batang). Gelar lengkapnya, batara guru paniangan, batara guru panungkunan, batara guru pandapotan, panungkunan ni uhum, pandapotan ni patik di jolma manisia, dalam doa Batara Guru serentak dipanggil bersama Soripada dan Mangalabulan (Malabulan) dan Mula Jadi Na Bolon, yang empat ini adalah dewa yang tertinggi; yang tiga pertama hanya disebut saja dewa yang tiga, ketiga dewa. bataraon, ganas, marah sekali; batara inaina, seorang laki-laki yang bertengkar dengan para perempuan di kampung. Bolas, itu dapat, itu baik, boleh, sanggup, bisa; juga: na bolas. bolobolo, umpatan persetan, buras orang ini; bolobolo ni on, ada saja ini, apa-apaan kau ini; bolobolo ni asu on, asu bangsat kau ini. berbulir mengenai padi; boltohon, waktu padi berbulir. Dai, citarasa, rasa makanan; mardai, mempunyai citarasa, enak; daina, rasanya; dumai, lebih enak; mandai, mencicip, mencoba rasa, merasai; pandaidai, caranya mencicipi, orang yang suka makan yang enak-enak; hadaian, keenakan, kenikmatan; pandaian, pengecap, indera perasa; hona pandaian, dicoba mengenai kecap. Dais, disentuh, dijamah, disinggung, ada sangkutan; ndang dais tu ahu, tak ada sangkutan denganku; mandais, melumas, mengoles, menyapu, menyepuhkan sesuatu pada; mandaishon, mengoleskan, menutup dengan obat, menyapukan; mandais hata, menggunjing orang; pandais, kuas, pensil. mandakdak parbue, memukul buah-buahan agar jatuh; madakdak (bdk madekdek), berjatuhan banyak-banyak mengenai buah-buahan. bagaimana itu terjadi; so sian dalanna atau na so adong dalanna, tanpa sebab; mardalan, berjalan, bepergian; pardalanan, perjalanan, perederan; pardalan, pejalan kaki; pardalanan ni hata, jalannya pembicaraan, jalan cerita, pembawa pembicaraan; raja pardalan, pengantara, = pangulu; pardalanan ni bada, sebab-musabab sengketa; pardalanan ni garar, cara-cara pembayaran hutang, orang yang membawa uang untuk membayar hutang; mardalandalan, berjalan-jalan tanpa tujuan tertentu, melancong; mardalani, menjalani; sadia dao dalanan? hadalanan, dapat dijalani; mandalanhon hepeng, mengedarkan uang untuk berdagang; padalan, melakukan, melaksanakan; padalan hata, mengirim kabar; padalan jea, melakukan sesuatu yang berakibat buruk; padalan uli, melakukan sesuatu yang berakibat baik; padalan aek, memasukkan air ke tali air untuk mengairi sawah; padalan parkaro, memperkarakan sengketa; padalan tahi, mencari cara memperoleh kawan untuk suatu rencana atau perkumpulan; padalan juhut, membagikan daging pada pesta menurut adat; padalan sigalegale, membuat wayang sigalegale, patung orang, menari yang dikendalikan dengan tali/kawat; hata na dumalan, gagasan paling baik; mardalan pat, berjalan kaki; mardalan darat, berjalan melalui darat; sadalan hita, seperjalanan kita, setujuan kita, sependapat kita. sej lebah penyengat kecil; situak ni daldal, madu lebah. Dandi,mardandi, tidak mau menurut karena keras kepala, merajuk, mengambek, melawan. Dangar, (tentang tanah) kering, tidak berair; na dangaron, kering, gersang; dangardangar, seseorang yang harus didengar, yang harus dituruti. Ain, mangain, mengangkat seseorang menjadi anak sendiri msl oleh keluarga yang tidak punya anak; anak niain, anak angkat; mangain dongan, mencari kawan sekutu di waktu perang. Alemu, ilmu, pengetahuan yang mengerti ilmu sihir dan berbagai-bagai hal gaib msl tidak dapat dilukai, untuk menjadi kebal;maralemu, melakukan pengetahuan seperti itu; marguru alemu, mempelajari pengetahuan seperti itu. Alhot, getah pohon kayu, yang menjadi bahan pengental susu; malhot, kental, mengental (susu, minyak makan dan cairan lain); mangalhoti, mengentalkan; na nialhotan, yang dikentalkan, susu kental, yang lebih digemari daripada susu manis. = singkat, ganti, tukar; ali ni, pengganti dari, balasan dari; (=singkat ni); mangalii, mengganti; mangalihon, membalas sesuatu. Alim, sej pohon yang kulitnya dibuat buku kuno Batak yang disebut ‘pustaha’. B.: sinuan bulu sibahen na las, sinuan uhum sibahen na horas, tanamlah bambu agar hangat, carilah keadilan biar selamat; urat ni bulu, akar bambu, jatah raja dari emas kawin; gorit bulu, jatah mahar yang diterima parboru; bdk gorit. Ajihihir, ajihihiron, menderita suatu penyakit sampai gigi rapuh (aji ni na marhihir) lih. Aleale, kawan, teman karib, sahabat; maraleale, bersahabat; maralealehon, mempunyai seorang sebagai sahabat; ale-ale ni daging, dalam arti sem-bunyi, penyakit yang ringan dan tidak berarti. Buligan, deretan, barisan; sabuligan, sebaris mengenai benda-benda yang diikat berderet-deret msl ijuk, benang, sirap. Bullak, (sebenarnya: burlak), marburlak, membual, memuncrat; juga: marbullakbullak. Bulle, sej hunik tetapi tidak dipakai sebagai bumbu. B.: bulu soban, musu dongan, kayu api dari bambu, kawan bisa jadi musuh; P. Alogo, angin; hona alogo, terjebak, tersergap angin; paralogoan, tempat banyak angin; alogo laut, angin laut; alogo dolok, angin gunung; alogo musim, angin musim; dari alogo, ular dari yang cepat melompat bila terancam. alumalum, sej rumput untuk makanan ternak, juga dipakai melawan gatal-gatal pada kulit (kudis). Alus, jawab, jawaban; mangalusi, menjawab; pangalusion, paraluson, cara menjawab baik; mangalushon, menjawabkan; ingkon alusanmu ahu, mesti kau jawab aku. Beuk, steril, kebal, imun; beuhan ni manuk, telur ayam yang walaupun dieram, tidak menghasilkan ayam; halak na beuhan, orang yang dimasa penyakit menular tidak diserang penyakit. Beur, beurbeur, terlalu masak dimasak, kelewat masak. Bias, rasa benci, rasa bosan, muak; biasan, sangat membenci; marbiasbias (mida), merasa benci, bosan; parbiasbiason, rasa benci, rasa mual. Bidang, lebar, luas, lapang; pabidanghon, melebarkan, melapangkan, meluaskan; sadia bidangna, berapa bidangnya. Bilbil, = belbel; mambilbil, mengelupasi daging dari tulang. Binsakbinsak, sej burung kecil yang berbunyi “isak”; P. Bira, buah, sej keladi besar dengan daunnya lebar (mirip dengan suhat), umbi-umbinya dapat dimakan; sibulung bira, = hole (And). Birbir, dan birbir, cendawan yang tumbuh pada kayu yang busuk. Birik, sibirik, birikbirik, sej burung yang suka berombongan. Buat, mambuat, mengambil; mambuati, mamuati, mengambil dari sesuatu, mengambili; roha na marpambuat, tuntutan untuk memperoleh untung, bersikap mengambil muka, egois; mambuat roha, mengambil hati; pambuatan, tempat pengambilan sesuatu; pambuatan goar, asal pengambilan nama; marpamuati ma roham, janganlah marah; dibuati murukna, berkurang marahnya; na binuatna, isterinya, bininya; parbuaton, harta, kekayaan; tuk parbuatonna, cukup berada; dibuat na mambuat, diambil orang. B.: tu julu dapot bubu, tu jae dapot tunggal, ke hulu terpukat, ke hilir terperangkap, lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya. marbubur, suara yang berbunyi “bur” msl bunyi senapang, jatuh ke lobang. Bulaling, mamulaling, melempar ke sesuatu; hata bulaling, ucapan mengeritik seseorang; ende bulaling, lagu yang mau menembak seseorang. bulan (bagian dari tahun), bulan (di langit); bulan mate, bulan mati; bulan sasabi, bulan sabit; poltak bulan, muncul bulan, bulan timbul; dioro bulan, datang bulan, haid; oro ni bulan, menstruasi; marsahit bulan, sakit haid; solpot bulanon, kambuhnya penyakit ayan pada bulan timbul; hu di bulanna, penuh bulannya, mau melahirkan; dan bulan, cendawan bulan; sinabulan, sej pohon besar; mangalabulan (malabulan), satu dari tiga dewata tertinggi. bulan, perjanjian; marbulan, berjanji dengan sumpah; sumintak bulan, memperkuat perjanjian dengan sumpah sambil memegang ganaganaan. Bungka = buha; mamungka, membuka; sibungka botol, pembuka botol. Alo, lawan, musuh (lawan: dongan,) mangalo, melawan, menentang, memerangi, bermusuhan; pangalo, lawan, musuh; maralo, berlawanan, bermusuhan, bertentangan; maralohon, melawan, berlawanan dengan, juga: sebagai kata depan: bertentangan dengan; paraloan, perlawanan, pertempuran; pangalo, senjata pertempuran; pangaloan, tempat perlawanan, nama daerah; masialoan, saling berlawanan; aloalo, saingan, yang kekuatannya seimbang; aloangin, sokong, siku penunjang pada tiang dan balok yang menahan angin atau goncangan. Aloban, sej pohon kayu yang kayunya dipakai untuk bahan bangunan rumah. Biar, takut; mabiar, takut; parbiar, penakut; manghabiari, menakuti; habiaran, yang ditakuti, tumagam habiaran, selalu saja takut (mida); ndang mabiar hami mida musu, bukannya kami takut pada musuh; umbiar, komperatif: lebih takut; mambibiari, (dipambibiari), menakut-nakuti (ditakut-takuti); marhabiaran, mempunyai rasa takut; on do biarhu, inilah yang aku kuwatirkan; aha ma habiaranku, apalah yang saya takutkan. Bidal, bidalbidal, orang yang tak disenangi, yang dibenci orang. (sej doa agar Allah menentukan siapa yang pantas me-nang); marbilangbilang tu dirim ma ho, itu jatuh padamu, terserah kaulah dengan segala akibatnya; pamilangina ndang tuk, sedikit saja untuk dihitung, sebab tidak sampai ratusan. Bubu, bubu; marbubu, menangkap ikan dengan bubu; P. bulebule, bejana kecil berleher kuncup, mangkok kecil. Bungging, mamunggingi, membelakangi, memantati sambil berkata: ndi ma di ho, ini untukmu; bungging mulak, pulang tanpa hasil, siasia (kasar).Abit, kain, pakaian; marabit, berpakaian; marabithon, dikenakan pakaian; parabiton, sandang, hal mengenai pakaian; na niabitan, yang ditutup orang: kemaluan; abit ni hata, kata-kata hormat atau penghalus kata-kata karena dirasa kurang sopan kalau terus-terang; parabitan, pinggul pada mana pakaian dapat diikat. Adang, madangadang, keluyuran, berkeliling-keliling, mengembara, bertualang (= medangedang); mangadang, mengintip, menghadang, menantikan; mangadangi, mengunjungi satu demi satu msl angka huta; paradang-adang, pengembara, pengelana; paradangadangan, pengembaraan,pelancongan; niadang ni roha, tujuan, maksud yang tersirat; na niadang ni hata, cakupan pembicaraan; mangadangadang-hon, mengelilingkan (msl barang dagangan) kesetiap pedagang atau setiap rumah. Agan, agan pe, sungguhpun, walaupun, meskipun, sekalipun; agan so = tagan so. Agat, pahat tajam yang dipakai menyadap enau untuk mendapat tuak; maragat, mangagati, me-nyadap enau untuk mendapat tu-ak; paragat, penyadap tuak; paragatan, papan, tempat penyadapan; di atasnya duduk penyadap tuak itu; agaton, yang harus disadap yaitu pohon enau. Ambar, kolam (alamiah atau buatan); ambarambar, kolam kecil. B.: ndang tarpasuman pangambe ni paronan, ndang tarpasuman na binahen ni dongan, tak tertirukan lambaian orang belanja, tak tertirukan perbuatan kawan sesama, membuat sesuatu persis sama adalah mustahil; mangambehon siboanon, membawa barang kecil hal mana hanya mungkin bila yang dibawa itu enteng; mangambehon hata, meneruskan kabar, menyampaikan perkataan kepada orang lain; pangambe ni hata, = lapik ni hata, kiasan kata; boru mangambe, gadis murahan, tidak pakai mahar, dikawini karena cacat, atau kusta atau gadis yang langsung pergi ke rumah laki-laki. Ambit, marambit, menggendong anak di depan; mangambit, menggendong; pangambit, kain gendongan; na niambit ni hu-ta, orang yang berada dalam perlindungan desa; niambit ni raja, terlindung, terayomi o-leh raja. Ambol, na so marambolambol, yang tidak ada bandingannya, tidak ada taranya. Oleh karena itu keempat sudut keranjang harus diperberat. Ampung, mangampung, melompat untuk menerkam (harimau); pangampungon, kepandaian melompat terutama karena kekuatan dalam ilmu gaib, (alemu). Andar, jelas kelihatan, tidak tersembunyi, transparan. Andarahasi, tolahan andarahasi, pada ayam ramalan, pembuluh darah pada ayam jantan, suatu pertanda jelas. Andigan, kata tanya: kapan, bilamana (menanyakan sesuatu yang akan terjadi); nandigan, kapan (sudah) (menanyakan se-suatu yang sudah terjadi); an-digan ni andigan, pernah, de-ngan memakai napi: tidak per-nah. Andul, luar biasa, jauh perbedaannya, lain, jauh lebih; andul hinauli ni dolidoli on, istimewa cakepnya perjaka ini; selanjutnya juga: sangat jauh, banyak (pada komparatif) andul umbalga, jauh lebih besar. Andung, ratap tangis, tangis terhadap seseorang yang meninggal (berirama dan bersyair), dipakai kata-kata tersendiri; hata andung, ungkapan-ungkapan tersembunyi; mangandung, melakukan ratapan tangis waktu orang mati; mangandungi, mengaduh mengenai seorang yang meninggal; meratapi; mangandunghon, meratapkan, mengaduh tentang sesuatu. Anduri, nyiru, tampi yang dianyam; marbalikbalik anduri, mudah berubah pendirian seperti nyiru gampang diputar. Ane, aneane, manuk aneane, ayam yang mulai bertelur. tipu, muslihat, akal untuk mendapat keuntungan untuk diri sendiri; mangangati, memperdaya, memperoleh lebih banyak keuntungan dengan jalan tipu muslihat; parangat, orang licik, suka memperdaya, suka merugikan orang lain untuk keuntungan pribadi. ; anggi ni posoposo, uri, plasenta; anggi juga: kemaluan, juga kata anggi dipakai mengatakan bahwa sesuatu kurang bernilai daripada yang lain (tentang manusia dan benda); anggingku do ho taringot tu parbinotoan, engkau masih adik saya dalam hal pengetahuan; rumah kecil adalah anggi dari rumah yang lebih besar. Anggundea, pisang (dalam bahasa kesurupan: begu siar). angin, kurang kencang dibandingkan dengan alogo; paranginan, tempat atau daerah banyak angin; daerah di pegunungan Toba; aloangin, soko guru; hata angin, kabar angin, desas-desus; simaranginangin, seperti angin, berlalu tanpa apa-apa, sesuatu yang tidak ada artinya; marangin sipurpuron, (And) meninggal dunia, mati; manganginangin barita, didengarkan berdasarkan desas-desus. Angkar, mangkar, tidak selesai, pertengahan antara tidak masak dan masak; mate mangkar, meninggal di waktu pekerjaannya belum selesai; juga: sebelum anak-anak berkeluarga, sebelum peroleh anak; mangkar dope baro i, bisul itu belum masak; mangkar ulaon, pekerjaan belum siap; gadong na mangkarangkar, ubi yang dipanggang dan yang dipakai sebagai obat; mangkar mata, orang yang kurang lama tidur. Anjak, hal melompat, melonjak; manganjak, (= enjak), melonjak-lonjak, menari; maranjak, melonjak-lonjak, berlari (tentang kuda); juga: rajin bekerja mendapatkan uang; manganjahi hangoluan, menjajaki kehidupan, mencari nafkah, mencari keuntungan secara rajin. Anju, manganju, berlaku sabar, bersabar hati, toleran, berlapang hati; sianjuon do hami, bersabarlah atas kami; manganjuanju, selalu bersikap sabar dan toleran; roha na mangaju, sikap bersabar hati, sikap berhati lapang; masianjuanjuan, saling toleran dan memaafkan, sabar satu sama lain. Ansung,ansungansung, takaran bambu yang dipakai tempat cairan dan benda kering, isinya kira-kira satu gim; ansung ni tuak, tabung bambu untuk tuak; ansung ni sira, tabung bambu untuk garam; lih pansung. Antahasi, sejenis pohon kayu yang kayunya keras yang menghasilkan balok yang bagus. Antaladan, sej tumbuhan, kaladium dipakai menyediakan tuak. B.: antalaktak, jorbingjorbing, indahan ni mate borngin, malam itu adalah ma-kanan mata (untuk menolak tamu yang datang malam hari). Beangbeang, tumbuhan air berbunga putih; beangbeang tur, sej tumbuhan yang daunnya dipakai sebagai sayur. Beat, sorong mengenai mulut, lih jeat; dipambebeati, menyerongkan mulut. B.: taganan do mangadop di jolma unang mangadop di begu, lebih baik berhutang pada manusia daripada terhadap hantu: ajakan untuk memberi sesajen; panganan begu, tempat sesajen di atas kuburan; begu aha, agiaaha, apa-apaan? Bernit (= barnit), sakit, nyeri, sengit; na bernit, yang sakit, memilukan; sitaonon na bernit, seorang yang menderita sakit, habebernit, kepedihan, sakit; pabernitbernithon, menyakit-nyakiti; bernit diae, pilu dirasanya, dia amat sakit; bernitna i, alangkah pedihnya, ah, betapa sakitnya; umbernit, komparatif dari bernit seperti rumaja, yang lebih mulia; hansit, sakit; humansit, lebih sakit. Biut, marbiutbiut, kusut, terpilin-pilin (benang); juga; lari tidak teratur (mengenai orang-orang pelarian). ), ucapan keheranan; bo di aek, hai yang ada di pe-mandian, teriakan waktu mau melalui pemandian; marbodiaek, memperingatkan orang-orang yang mandi dengan seruan yang tersebut di atas. Bobos, termangu-mangu, silu, bobonosan, sangat termangu-mangu. Bodak, sibodak, sej nangka (pinasa) yang tumbuh liar di hutan. Bona, bagian bawah pohon, pangkal, sumber, permulaan, awal; bona ni pinasa, tanah asal, kampung halaman; bona ni alogo, daerah sumber angin; bona ni garar, panjar; bona taon, awal tahun; bona gordang, seorang yang berdiri paling dekat pada gordang waktu menari; bonan dolok, (=bona ni dolok) kaki gunung; sian bonana, dari mulanya; kambona, (kata bantu bilangan untuk tanaman) batang; sangkambona, sebatang; marbona, berasal, berawal; mamonai, memulai sesuatu; patumona, bdk mona; jabu bona, bagian utama rumah batak, letaknya di sebelah ujung kanan rumah, kalau kita masuk rumah. mate habonbonan, meninggal sebelum lepas dilahirkan. Bonda, benda, harta = arta; bagian kemaluan; marbonda, mempunyai harta; mangarindangrindanghon bonda, memakai ke-punyaan seseorang sebagai tanda bukti msl: pakaiannya yang hilang dan terdapat di jalan. Bongbong, dirintangi, terpalang, diberi penghalang; mambongbong, menahan, memegang msl: dikatakan tentang pekan yang baru: pekan itu memegang orang, agar mereka tidak pergi ke pekan lama; si bongbong ari, dua papan pada muka rumah batak, yang menyokong dinding rumah; batu bongbong, batu besar di mulut keluar air Danau Toba. Bonjor, tempat untuk beristirahat atau tidur di bawah langit terbuka; parbonjoran, idem. Bonsa, berduka, murung, masygul; pabonsa, mendukakan hati, memberatkan hati, membuat seseorang jadi murung. Bonsir, penyebab, sebab, sebab musabab; mangalului bonsir, mencari dalih berselisih; parbonsiran, alasan, penyebab. Bontan, kembali ke rumah dari pekan dalam keadaan sakit, gelisah dan menangis mengenai bayi untuk pertama kalinya dibawa ke luar. Bontar, putih; marbontar, mamontar, memutih; ringgit bontar, ringgit Spanyol, lain dari ringgit burung (dua setengah gulden); bontar, darah; bontar ni horbo, darah kerbau potong; bontar ni babi, darah babi potong; juhut na binontaran, daging yang dibumbui campur darah; parbontaran, tempat masakan daging yang dimasak bersama darahnya; juhut bontar, beruk. Borti, bertih; juga: pecah mengenai padi panggangan. ), rahim, kandungan ibu; di bortian, dalam kandungan. Buhit, jungjung buhit, jalinan rambut; silanjang buhit, benjol pada usus ayam; parbuhitan, pertanda buruk pada bagian dalam ayam atau kerbau yang ditemukan dukun; manilik parbuhitan, mencari tanda nujum pada bagian dalam itu. buku, ruas msl ruas bambu, pasal, tulisan; buhu, tiba pada suatu pasal atau akhir pidato; nunga buhu? marbuhubuhu, berpasal-pasal, berbagi-bagian; buhubuhu, benjolan-benjolan, ruas, mata buku daging. Buntiting, keras, gendut mengenai tubuh karena terlampau banyak makan. mamuta, menutup lobang; nunga buta, permainan tidak sah. buta, bagian lembek pada gigi, kuku, yang gampang berdarah.

Algip, malgipalgip, mendahak mengenai orang yang menunggu ajalnya; mangalgip, menelan sesuatu. II.ali, petaka, kesusahan, nasib buruk, kesengsaraan; maliali, merasa sangat menderita, karena nasib buruk temannya; maliali di handang, sangat miskin, hidup melarat. Alimos, sekilas, hanya sekejap saja kelihatan; maralimos, menghilang cepat-cepat, melintas sekejap. Buluhat (bulu uhat), bambu yang diatur oleh kaki perempuan penenun pada mana benang berjalan.Angkin, nanti, menjelang malam; angkining (an), = angkin;nangkin, nangkining, nangkiningan, tadi, sebelum ini, ba-rusan, baru saja. Ani, manganihon, meregangkan benang; mangani, meregangkan benang sebagai persiapan untuk menenun; anian, alat peregang benang. tandingan, bandingan; na so ada anian (na): tak ada bandingannya, tidak ada terbanding. Antik, mangantik, memukul sesuatu; mangantik hau, memukul-mukul pohon atau kayu untuk mengetahui jenisnya dan mutunya; mangantikkon roha, menguji kekuatan diri sendiri karena pertama kalinya mau membuat sesuatu. Antolis, cacian; antolis ni on, tidak ada urusanmu dengan itu, tidak perlu kau peduli. Antul, muntul, memantul (tentang benda yang elastis msl bola); antul ni roha, sesuatu yang menyebabkan malu. Anturge, aek ni anturge, air yang terkumpul dalam tunggul pohon. Batis, keping, penggal, kerat, potong; sambatis, sepenggal, sekerat, sepotong (msl sepotong kayu yang dipotong lu-rus); mamatis, memotong lurus. B: hinarat hulinghuling sai bendelbendel, naroa do halakmanghuling molo sai mengkelengkel, kenyal kulit digigit, jeleknya orang bicara kalau terus tertawa. Benes, = bonos; bebenesan, dalam harapan penuh yang menakuti, putus asa. Bengel, pertumbuhan lambat (tanaman yang belum berbuah, walaupun sudah tiba waktunya); bengel tubu, terlambat keluar mengenai biji yang ditanam; bengel roha, lamban, lambat mengenai pengertian. Boho, betul, tepat, memuaskan, meyenangkan, mengena (tentang menghitung); boho sataon, tepat setahun; mamoho, menetapkan jangka waktu. Bojiboji, sej pohon, yang kayunya dipakai sebagai bahan bakar. B.: nilompa tiung, angka silgang angka bola, di jabu pangaririt, di toru pamolamola, memasak tiung yang terbelah, di rumah berada peminang gadis, di bawah rumah berada pemecah belah; sibola bubungan, sej ular. Bolak, lebar, lapang, luas; pabolakhon, melebarkan, memperluas, menghamparkan; silalahi na bolak, nama danau dan pantainya di Utara Danau Toba; padang bolak, padang luas, nama wilayah di Sipirok Angkola; bolak roha, terkecut, kaget; bolak ni gaor, yang paling gelisah, teramat ribut (mungkin seperti = sungkot ni); bolak ni hinadenggan, yang paling cantik, teramat bagus, keelokan. Burnas, mamurnas, memberi makan berlimpah-limpah; pamurnas, suguhan makanan yang banyak dan enak. Bursik, diludahi; mamursikhon, meludahi, memecilkan seseorang; mamursihi, meludah-ludahi, mengjikkan, menghina; mamursik sude halak mida pangalahona, semua orang jijik akan kelakuannya; sibursik, siburuk laku, orang hina. marburu, berburu; mamuru, memburu; parburu, pemburu; biang parburu, anjing pemburu; paburuburu, mengejar-ngejar; paburuon, pengejaran. Burung, ringgit burung, gulden Nederland; burung, burung. Butuhe (= butuha), mamutuhei, mencuci isi perut binatang, yang disembelih. Dadas,madadas, berjatuhan me-ngenai bauh-buahan; mandadas, menjatuhkan buah banyak-banyak. B.: molo marsuru raja, dae ma so oloan, kalau bersuruh raja, jangan tidak dipatuhi, kalau raja memerintah, risih rasanya kalu tidak dipatuhi. tanda do sanggar padang, potang ari marsipusipu, tanda ni anak dagang, potang ari pangapusi ilu, nyata amat ilalang pimping, petang hari jadi hangus, tandanya perantau asing, di petang hari ia menangis, karena rindu; napuran dagang, daun sirih paling pangkal, rasanya gurih. Dagar, mandagar, mengupayakan, membuat, dapat mengerjakan; ise mandagar i? Dagas, mardagas, berkelahi sedemikian rupa hingga kemenangan tidak tentu. Dahal,mandahaldahali, menekuni, mengerjakan sesuatu dengan rajin. Dahan,mardahan, memasak, menanak nasi; dahanon, yang harus ditanak (kata kerja bentuk gerundivum), beras; indahan, (sebenarnya nidahan = yang dimasak), nasi; mangindahani, memberi orang makan; parindahanan, pandahanan, sumpit nasi, bakul yang dianyam untuk tempat penyimpanan nasi; ucapan selamat: P. Dahi, daki, kotoran yang melekat pada tubuh dan pakaian. Dalihan, tiga tungku dari batu di atas mana ditarok periuk; dalihan nantunggu tiga, tiga tungku yang teguh, diucapkan sebagai doa yang puitis; siholting dalihan, orang kikir, belit, bdk holting; P. Dalpak, mandalpakhon, menempelkan, menaruh di atas, msl: plester di atas luka. Damdam, parhudamdam, sekte yang bersifat agama dan politik. Damos, dekat, berdampingan, terkatup rapat-rapat; mandamosi, mengatupkan rapat-rapat, mendampingi. Dampok, mandampok, rebah mengenai binatang buruan yang dibunuh. cendawan, jamur; danon, bercendawan, penuh dengan jamur, berjamur; dan pohul, sej cendawan. dan, penunjuk waktu, sering dihubungkan dengan kata bertanya; piga; piga dan, berapa lama; ndang piga dan, tak berapa lama.Angkip, mangkipangkip, sesak napas, merana hampir mati, tersengal-sengal, (mengenai o-rang yang mau mati). = angkora, sapaan santun untuk gadis-gadis, wanita muda, saudari. daerah di Tapanuli Selatan yang mempunyai logatnya sendiri. Angkora, sapaan yang sopan terhadap anak-anak perempuan, hanya sebagai vocativus. Antong, jadi, kalau begitu, maka, demikian, bahwa sesungguhnya, pula, memang, ayo, mari; antong borhat ma hita, ayo (mari) berangkat kita; kata antong menyimpulkan bicara sebelumnya; antong (dalam jawaban): maka, jadi kalau demikian; antong taida ma, maka, mari kita lihat; juga: ditempatkan di belakang kata sifat untuk memperkuatnya; na uli antong, cantik memang; sebagai pengganti kata antong dikatakan juga tong (ucapan kuat huruf t). Antunu, sej pandan yang dipakai sebagai bahan anyaman. Anturmangan, sej pohon cemara yang bergetah banyak. Bato, bongkah tanah sebagaimana dipakai untuk mendirikan kubu (galogat); tano bato, kubu dari tanah; partanobatoan, idem. Beng, marbebengbebeng, berbunyi bagus mengenai uang, lih bong dan bobong. Benget, sabar, tabah dalam menahan derita; benget ni roha, ketabahan, kesabaran; habengeton, ketabahan, kesabaran dalam penderitaan; pabenget roham, tabahkan hatimu, sabar. Benggor, marbenggoran, = marpeolan, bengkok, miring. Bengkot, = bengkuk; parbengkotbengkot ni roha, perangai yang tidak tulus, yang tidak adil. Bohom, mamohom, mengisap darah demi pengobatan orang sakit. Bojok, (biasanya dengan roha), frustrasi, putus asa, murung. Bolan, sitabolan (= sitabu-lan), pemisahan, belahan di tengah pada rambut wanita. Bursok, sibursok, anak bayi laki-laki (= siunsok) bila orang tidak mau menyebut namanya atau yang belum punya nama. Burut, buruton, busuk di dalam mengenai buah dan manusia. Busan, busanbusanan, peralatan kecil yang dapat dipakai dan dibawa seperti seorang dukun yang selalu membawa peralatan kecil. B.: tubu boru na tardahanhon hudon na bolon di si paha ualu, kiranya lahirlah puteri penanak di periuk besar pada musim menyawah (waktu itu penyawah makan banyak nasi); indahan ni bonang, bubur nasi yang dilumurkan ke ke benang dan yang dibuat dari beras. Daho, mandaho, mendakwa, menipu, menggelapkan, mengatakan masih berpiutang padahal tidak; juga mengatakan tak berhutang lagi padahal masih berhutang lagi. tali sidaldal, tali derek, disongket dengan kayu pengungkit, agar balok yang diangkat keatas bangunan bisa pas letaknya. B: molo soada roha,godang do sidalian, kapan tak suka banyak dalih; hata sidalian, dalih alasan yang dibuat-buat; marsidalian, berdalih, mencari alasan; marsidalianhon ulaon, mendalihkan pekerjaan; horbona diparsidalianhon, kerbaunya dibuat menjadi dalih. B.: tolu do dalihan paopat sihalsihal, torop pe anakniba, sada do sihasian: tungku hanya tiga, empat dengan ganjalan, kalaupun banyak anak, satu saja kesayangan. Dame, damai, dalam keadaan damai; dame do luat i, negeri itu dalam keadaan damai; dame rohana, dia berhati damai; mardame, berdamai, mengadakan perdamaian; pardameon, perdamaian; padamehon, mendamaikan, melerai; mardamedame, hidup secara rukun dan tenteram. Dampol, obat yang digosokkan pada kulit; ubat dampol, ubatpandompul, idem; mandampolhon,menyapukan obat urut; mandampoli, menyapu obat, memijati, mengurut-urut; dampol siburuk, sej rumput yang digosokkan pada anggota badan yang keseleo. Danak, muda, belia, kekanak-kanakan, naif; danak dope dagingna, badannya masih kanak-kanak, belum dewasa, belum langkas tumbuh. Alit, dililitkan, lingkar; mangalit, berputar, melingkar, melilit; mangalithon, melilitkan, mengenakan msl kain, sa- rung, baju; taralit, keseleo,terkilir; taralit pat, kakinya terbelit; juga: terikat, sehingga tidak bisa berge- rak lagi; pangalit ni hata, pembelitan kata, sindiran; pangalit = dila, lidah hewan; alit hatam, berbelit kata-katamu; alit dalan, jalan yang memutar, tidak lurus. Bulgang, parut, bekas luka; bulgangbalging, tidak rata. Bulus, sederhana, mudah, tulus; bulus roha, mudah, tak ada maksud lain, tak akal-akalan, polos; bulusan, lebih baik, lebih muda; bulusan nama ahu mate, unang mangolu, bagusan aku mati daripada hidup. Aling, sindiran, tuduhan terselubung, insinuasi; mangalingi, menyindir seseorang, melancarkan tuduhan keji terhadap seseorang. mangalis, mengikis dengan pisau; pangalis, pisau pengikis. sepotong kayu yang runcing, yang diunjamkan dalam tanah untuk melindungi diri terhadap musuh atau pencuri; jojoran na nialis, kawat berduri. B.: nang dope marbulung, nunga mangalinggomi, belum berdaun sudah menaungi, belum apa-apa, belum berbuat sudah mau menguasai msl seorang pemuda yang berpura-pura raja; bulung, pinarbulung, berbentuk daun; pinarbulung gumba, berdaun yang berbentuk hati.Sebaliknya itu dapat dilakukan kalau mereka tidak berfamili. Antarasa, sej pohon, yang buahnya dipakai sebagai bumbu masakan. Anti, sej pohon kayu, yang daunnya agak asam rasanya dan yang dapat dipergunakan sebagai tambahan pada ikan. B.: batu sindor na so hasigean, batu mamak na so hagairan, karang yang curam yang tak didaki, batu karang yang tak bisa digaruk, artinya: tak terkalahkan; batu arang, batu arang; batu ni manuk, telur ayam; batu harang, batu karang (sakit ginjal); batu harangon, penyakit ginjal; batubatu, pelir, dakar; batu holing, batu kilat, batu merah yang digosok buat pewarna ukiran batak; batu ni jala, batu pemberat jala; sira batu, garam bungkal; batuan = batu ni dasing, batu timbangan; batuan ni uhum, vonnis, keputusan pengadilan; batu ni sipanganon, uang yang diberikan serta makan sewaktu mengunjungi sanak saudara; batu ni ruma, hamba yang semenjak nenek laki-lakinya berada dalam rumah, satu ungkapan yang kasar; tano na batuon, tanah berbatu-batu; mamatui, menimbang dengan batu; juga: meletakkan batu dibawah balok-balok rumah sebagai alasan. Behet, marbehetbehet, (tiruan bunyi), mengembik, mengenai kambing dan domba. Belut, tajam mengenai pisau dan senjata; belut hatana, kata-katanya mengena; parhata belut, orang yang kata-katanya berterima, masuk dalam hati. mameom, tertawan dalam rumah, menarok lama dalam mulut. mamberber, mengambil secara tersembunyi tanpa diketahui orang. Bereng, mamereng, melihat; pa-mereng, penglihatan; pamerengon, cara melihat; masibereng-on, saling memandang; paberengbereng, melihat-lihat, mene-ngok sesuatu. B: songon tanduk boang godangan jinujungna, membuat dirinya hebat tetapi bukan demikian sebenarnya. B.: munsat so sae bogasna, teba indahanna so butong butuhana, beranjak sebelum usai kerjanya, meninggalkan nasi bersisa tak kenyang perutnya. Bohal, bekal, nafkah, persediaan makanan, umur hidup; suda bohalna, habis bekalnya yaitu ia akan mati; mareak suda bohalna, hingga meninggal, menjelang ajalnya; hasusuda ni bohal, akhir hayat, ajal. Buranso, seruan karena merasa tidak senang, seolah-olah mengatakan: orang yang terkutuk ini. Burendeng, marburendengan, de-ngan cepat lari tanpa menoleh ke belakang. Burhung, menderita sakit sampai tidak dapat berdiri lagi. Butong, kenyang; mabutong, idem; butong, layar yang penuh dengan angin; ndang habutongan, tak kenyang-kenyangnya, terus melahap makanan; pabutonghon, mengenyangkan, memuaskan; pamutongmutong, tali penggerek tabung tuak. Daba, kata pengerasan; ho da-ba, justru engkau, engkau yang kumaksud. Dadang, mandadang, menyinari sesuatu hingga menjadi panas mengenai matahari dan api; memanaskan; didadang las ni ari, disinari matahari. mardagedage, makan (sedapan), makan berlebih-lebihan. Daget, dipadagetdaget, membuat sesuatu dengan lambat, bdk nanget. Dalo, mandalo, menyapukan, me-ngoleskan, melabur msl kapur kedinding; pandalo ni onggang, sesuatu yang dipakai bu-rung enggang untuk menyapukansarangnya . Damar, damar, suluh damar, sudip dari pohon cemara; damardamar, tumbuhan rambatan; mandamari, merekatkan dengan damar, menempelkan dengan damar.Angkil, suara angkil, suara nyanyi; mangangkilhon, = mangoinghon, berceritera sambil menyanyi. Antian, antian ni aek, hari ke-8 pada penanggalan; antian ni angga, hari ke-22 pada penanggalan. Antingano, walang sangit yang merusak bunga eme; antinganoon, terserang walang sangit (tentang eme). Anto, manganto, memperhatikan, menduga, mengerti, menjaga, membayangkan; mangantoi, mengerjakan sesuatu, mencampuri, memperdulikan; mangantoi hata, menarik kata pada dirinya; antoi, anggaplah itu seperti telah dikatakan kepadamu; ndang manganto rohana, ia ti-dak mengerti, tak menarik ha-tinya; antoanto, terkaan, du-gaan, persangkaan. Antuk, pentung, gada yang besar yang dipakai untuk memukul; antukantuk, idem; mangantuk, memukul; mangantukhon, memukulkan; marantuk, bertubruk, berhantam, berperang; masiantuhan, pukul-memukul, saling berpukulan; begu antuk, penyakit menular, msl kolera karena begu berjalan-jalan de- ngan alat pemukul dan memukulorang (semua penyakit berasaldari begu menurut kepercayaan Batak kuno); siantuk na risi, gayung untuk menimba air dari sampan (And). Batuk, batuk; batuhon, menderita batuk; batukbatuk, terbatuk-batuk terus-menerus; mamatuk, memberi tanda kepada seseorang dengan jalan berbatuk. bau, berbau busuk; sibau indahan, seorang yang sangat dibenci sehingga makanannya berbau busuk; baubauan, segala sesuatu yang enak baunya; bau jobat, musuh, yang sangat dibenci; juga: tembakau yang berbau busuk. Bejek = puspus, mengerjakan sesuatu dengan rajin; sibejek, uang. Belbel, = bilbil, mambelbel, melepaskan daging dari tulang; mambelbel hata, bertanya-tanya terus-menerus sampai diketahui semuanya. Benda, lambat, perlahan; diparbendabendai, lama memahami orang. Bendel, (= bandol), kenyal, alot, sulit dikunyah; parroha na bendel, orang yang tidak ambil pusing dengan tegoran; P. Bendul, habendulan pat, kaki yang telah lama sakit, tetapi tidak luka, hingga tidak bisa dipakai. Bene, penat, lesuh, letih; bene dihilala, lesuh perasaannya terus-menerus; binene i, lesu karena; dibene udan, ditimpa hujan non-stop; dibene sahit, dirundung sakit, dibene sori ni ari, dirundung nasib malang; dibene aek hauma, sawah digenang air terus-menerus (hingga tanah itu jadi lem-bek); sahit bene, sakit me-nahun. Beor, marbeorbeor, lari kebingungan tidak mengetahui kemana, menarik diri dari perkara lantas tak peduli lagi. Bohang, lebar; pabohangbohang andora, membusungkan dada. Bohat, bohat do, seruan geram menyenangi kesusahan orang lain: itu bagus! wajah, muka; adop bohi be, berhadapan muka; bohibohi ni bagas, wajah rumah, bagian muka rumah, roman muka. jaminan, cengkeram, panjar, petaruh; bohi ni garar, panjar pembelian (hutang). Bojak, kodok, katak; marbojakbojak, dalam keadaan embrio; bojak siranggan, sumpah; sumpah pada kodok: yang bersumpah menghancurkan kodok sambil dengan mengatakan bahwa ia boleh rebah dengan anggota gerak yang patah bila mengatakan yang tidak benar. mabola, belah dua, pecah; angka bola, idem; bola dua, terbelah dua; mamola, membelah; mamolai, memelahi, dijadikan dua; sambola, setengah, sebelah; bolabola, belahan, pecahan, juga usaha pecahbelah; mamolamola, memecah, menceraikan orang atau kelompok, berusaha supaya hubungan baik msl: antara suami-isteri retak; pamolamola, pemecahbelah orang yang bersatu; pamolai, pemecahbelah, pembuat perselisihan; sibola huta, perusuh kampung; bola panjang sahuta, idem; bola piak, terbelah di tengah-tengah; marsambola, memelah dirinya dalam dua bagian, berbelah pihak; sibola monis, pemelah menir, orang kikir, pelit sekali; bola pinang, bandingkan pinang; tali bolabola, serudung, pengikat kepala kerbau; P. Bolagan, kelompok bulir padi yang baru dipotong yang didirikan di ladang. Burbar, = purpar, riuh, membuat ribut; mamburbari, membuat ribut. Buri, kena cuci; mamuri, mencuci, membasuh; marburi, cuci tangan; parburian, tempat cuci tangan, kalau mau makan; mengutuk: buriapus ma ho, mudah-mudahan engkau mati, mampuslah kau; burilengse, burisiapsiap, buripatopato, burilandas, idem. Burju, tulus, baik hati, jujur, rajin, sungguh-sungguh; hata burju, (lawan: hata gait), bicara sungguhan; burjungku do i, maksudku baik, sungguhan aku lho; haburjuon, kejujuran, kebaikan hati; burju ma ho mangula, rajinlah engkau kerja; manghaburjuhon, mengerjakan dengan tekun dan teliti. Burnang, lebar, membengkak, menggembung; pamurnangan, bagian yang paling lebar, lilit terbesar; paburbanghon, membesarkan diri, menyombongkan, berlagak, mengembungkan diri. Burnit, (juga: burning), kurus dengan perut kembung; pamurnitmurniton, dirundung penyakit ini. Buro, mamuro, mengusir burung dari sawah atau ladang; buroan, musim buro; mamuroi, memperhatikan/melindungi; manggora pamuro, nampak kehamilan; na buro, orang asing (sebenarnya: yang diusir). Buruk, tua, buruk, jelek; roha buruk, hati buruk, malas, mentalitas buruk; taon na buruk, tahun yang baru lewat; burukburuk ni abit, kain usang, pakaian bekas; habuburuk, keburukan, lusuh. Butuha, perut, tubuh bagian bawah; butuha bolon, perut besar; butuha metmet, usus; uhum ni butuha, buang air besar; dongan sabutuha, teman seperut, teman semarga; pamutuhai, les panjang di bawah atap pada mana urur diikat. Dadap, mandadap, meraba sesuatu, menggagau, menyeluk; dadapdadap, meraba-raba tergagau-gagau, mengenai orang buta; hadadapan, dapat diraba. buruk, kurang pantas, kurang layak, buruk, msl: seorang bapak yang telah berumahtangga berlaku sebagai pemuda; P. Dagak, mandagakdagak, membantah, menyanggah, menantang, melawan, mengingkarkan, menengkar. sada dagaldagal, sada duguldugul, sada na tangkang, sada na jugul, sebuah mata kayu, sebuah buku, yang satu nakal, satu lagi bandel (dua pihak bersengketa, sama-sama keras kepala) Dagang, orang asing, pendatang, perantau; mardagang, merantau, mengembara di negeri asing, halak dagang, pendatang, orang asing; p.b. hadagaran, dapat diikhtiarkan, dapat diupayakan, dapat diperbuat. Daging, (mengenai orang dan binatang) badan; mardaging, berbadan; roha daging, bersifat duniawi, materialistis, kehendak badaniah, nafsu badani; pardagingon, kebendaan, kejasmanian, hal mengenai badan; anak ni daging, seorang anak yang tidak lagi diakui oleh orang tuanya sebagai anak mereka karena anak itu membuat banyak kejahatan; sada daging sada mudar, sebadan sedarah, seperasaan, sepenanggungan. Dagul,mardaguldagul, (mengenai buah-buahan), berangkai-rangkai, bergugus-gugus. Dahahang, abang kandungku, ka-kak saya (dari: haha). dalidali, sej kacang-kacangan; sataon dali, tiga bulan; simardalidali, sej rambatan yang menyerupai dali-dali. Dalom, dalam, di dalom laut, dalam kandungan; daloman, (tentang ternak) melahirkan anak, yang telah mati di kandungan. manggulang dalu, menggulir, menggelindungkan dadu; dalu ni honas, batang nenas. dalu, babi jantan; manginjam dalu, meminjam pejantan membuahi babi betina; upa dalu, sewa pejantan yaitu anak babi yang kelima, kalau kurang dari lima anaknya: seekor ayam; sapelean daludalu, persekutuan persembahan senenek moyang yang mencakup enam keturunan; daludalu na mokmok, babi jantan tambun, gemuk yang menjadi kurban; mangondanghon dalu, peresmian anak hamba menjadi anak sendiri, sedang sihamba hanya melahirkan, dan seterusnya menjadi inang pengasuh. Dambirbir, jamur yang tumbuh pada pohon kayu; dambirbiron, berjamur. dalam mana orang yang disapa itu mengetahui apa yang dimaksud; demikian juga: ahanghu, apaku, yang ada padaku, = ugasanku; aham, apamu, yang ada padamu, dsb; parahaan, perpanjangan dari aha, sebenarnya sesuatu yang ada di dalamnya, tetapi juga untuk hal yang dimaksud itu sendiri; maraha, mempunyai sesuatu, yang diketahui oleh orang lain apa yang dimaksud; aha rohana, dia merasa lain, dia tidak setuju dengan itu; umaha (= numeang), sudah sembuh, dikatakan mengenai penyakit; sebutan numeang tidak boleh dipakai supaya roh jahat yang menyebabkan penyakit itu jangan datang kembali. mangahap, merasa, merasai, mengalami (badaniah); parniahapon, perasaan, citarasa, peri kehidupan; beha diahap ho? siahapon, nasib, tanggungan, penderitaan, untung malang. Ahobar, Allah adalah besar pada permulaan tabas di waktu membuat obat-obatan. Allo, mangalloalloi, ikut- ikutan, msl ikut menyanyi padahal belum dapat melakukannya dengan baik. Alluk, mallukalluk, bergerak kian kemari, mengerakkan badan naik turun; mengenai kuda yang membuat penunggangnya sakit; juga: mengenai barang yang dipikul; marhahalluk, terkial-kial tertawa. Almis, mangalmis, memotong se-dikit, memotong beberapa saya-tan. Alngit, sej pohon hutan, yang kulitnya berbau keras dan busuk. Biang, anjing; langelange bi-ang, berenang kayak anjing; biangbiang, bibit sej rumput yang dipakai anak-anak sebagai main-mainan. Bibit, arif, bijak, cerdas, tajam ingatannya; na bibit di hata, yang ingat segala-galanya. Bil, lepas, terlepas; ndang olo bil, tidak mau lepas. Bilang, mamilang, membilang, menghitung; bilangan, bilangan, jumlah; pamilang, pembilang pada pecahan; habilangan, bisa dihitung; ndang habilangan, tak bisa dihitung; bilangbilang, potongan kayu kecil untuk menandakan puluhan dan ratusan sewaktu menghitung, alat peraga untuk berhitung; bilang! , seruan pada permulaan pertempuran: hitung siap hitung! Bunggaling, rebah ke belakang, terpelanting (= tunggaling). banyak dipakai bila seorang tidak mengingat nama sesuatu; msl lehon ma aha i, berikanlah apa itu? hau ahap, sej pohon, yang buahnya sangat disenangi anak-anak; juga: haiahap. Ahit, = Nahit; paahitahithon bada, menggalakkan perselisihan. Ahu, orang pertama tunggal: aku, saya, juga: au; manga(h)uhon, menginginkan untuk dirisendiri; pembukaan surat Batak mulai dari ahu: ahu surat tinongos ni si A, aku, surat kiriman si A; ahu on, aku ini, aku yang ada disini; pardiahuan, mereka yang termasuk bilangan seseorang yaitu kaum kerabat atau bawahan. mangahuti, mengambil, menarik untuk diri sendiri (mengenai barang-barang kecil); roha pangahution, sikap me-mikirkan diri sendiri, egois-me; na ahut, egoistis, loba. mangahut na nirabi, untuk kedua kalinya membakar hutan yang sudah ditebang untuk membersihkan tanah dengan sebaik mungkin; marnipi di ahuton, bermimpi sesudah pekerjaan membakar sudah selesai yaitu terlambat datang. Allang, mangallang, makan, memakan (dikatakan tentang orang dan binatang); siallangon, yang bisa dimakan; mangallang gana, menelan sumpah, mengganggap enteng yaitu bersumpah palsu; siallang gana, orang yang bersumpah palsu; masiallangan, saling memakan, bertengkar, menipu; api na ma-ngallang, api yang menghabiskannya. Bibis, mengalir, mengalir keluar msl air dari periuk. Nasehat kepada pengantin agar saling memperbaiki dan mengampuni kesalahan; sambikbik, sepotong kain yang koyak, sekali robek. Bunbun, tertumpuk, berkumpul; bunbunan, tumpukan padi yang bundar di ladang untuk ditebah (dengan mengijaknya); kumpulan, himpunan. Bunga, bunga, sewa, rente; juga: bungabunga; marbunga, berbunga; bungabunga ni hagabeon, hak kesulungan; sampe bunga, dewasa; hoda sibungabunga, kuda merah; bungabungaon, terserang penyakit dengan akibatnya kulit menjadi merah; bunga pansur, bunga merah; bunga rus, bunga mawar. Bungar, marbungaran, makmur, meningkat, msl daerah, perdagangan. Bungbung, lobang, tembus; na bungbung, berlobang, terbuka lebar, tidak ada yang menghalang. Ajal, ajal, akhir hidup; ro ajalna, sudah tiba ajalnya. Ak, kelangkang (anggota ba-dan); ak ni dolok, punggung gunung; siganjang ak, suatu sebutan untuk ular (untuk menghindari memakai kata biasa ulok). Alamat, yang memberitahu, yang mengabarkan, yang menyampaikan; alamat ni surat, alamat surat; alamat ni roha, pancaindera (yang memberitahukan sesuatu kepada roha); maralamat, meramalkan dengan memakai sihir; paralamat, ahli meramal, peramal baik tidaknya hari-hari, paranormal; alamat pandang torus, paranormal, sanggup melihat alam gaib, bisa meramal sesuatu, orang yang waskita. Alat, mangalat, melihat ke- sekelilingnya, mengamati, memata-matai, memperhatikan; a-lat matana, matanya sigap msl dikatakan tentang anjing yang mengharapkan mendapat sesuatu; mangalathon, mangalatalati, mengamat-amati, memperhatikan seseorang, mengawasi; alat ro-hana, waswas, waspada, takut barangnya diambil orang; alatan, pertanda, wahyu; maralatan, melihat dalam khayalan, mendapat wahyu; paralatan, o-rang yang pandai tenung; pera-mal; alaman paralatan, halamanatau tempat dimana diadakan horja. Air, air ni bulu, ujung tunas bambu, panjang dan lengkung di bagian atas. Dikatakan tentang seorang yang terlampau cepat bertindak msl cepat menyerang musuh, tetapi cepat pula lari. ala ni ni, karena itu, sebab itu; ndang adong alana, soada alana, tanpa sebab; on do alana umbaen, inilah sebabnya maka (hingga); marala, beralasan, bersebab; manungkun ala, menanyakan sebabnya atau alasan; ala, sebab, karena; siala = ala; sialabane, tanda jual tanah secara menetap, berupa uang yang diberikan kepada penghulu, lurah, atau kepala kampung oleh sipenjual. Alaman, halaman rumah, pekarangan jalan kampung; alaman na marampang na marjual, sebutan yang lebih terhormat untuk alaman. Alas,na boru alas, dewa yang padanya dipanjatkan doa.

65 comments

  1. Tempat Nongkrong Gay Bagi anda yang belum tahu tempat-tempat itu, mungkin tulisan ini bisa menjadi referensi. Namun disarankan agar anda tetap menjaga keamanan dan.

  2. Dengan merahasiakan ketidakpercayaanmu, sesungguhnya engkau ini bukanlah seorang munafik. Anda adalah bagian dari tentara bawah tanah eks Muslim. Kerahasiaan adalah.

  3. Kisah menarik perjalanan Gus Miek KH Hamim Jazuli bertemu dengan Kyai Hamid Pasuruan Pertemuan Wali dengan Wali. Gus Miek dalam usia 9 tahun sudah pernah ke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*